Penghasilan Tambahan

Tuhan Yesus Gembala Yang baik





 Luar Biasa Yesus adalah Gembala Yang baik
Ia menuntun aku di jalan yang benar. Mazmur 23:3


Luar Biasa Tuhan Yesus adalah Gembala Yang baik, amen.  Kawanan domba itu tahu persis bahwa sewaktu-waktu bisa saja bahaya mengintip mereka. Serangan binatang buas macam singa maupun beruang hutan menjadi ancaman tersendiri. Kawanan domba itu begitu lemah untuk mempertahankan dirinya sendiri.


Namun ditengah bahaya yang mengancam mereka, kawanan domba itu tetap merasa aman. Mengapa? Karena mereka sangat yakin bahwa gada dan tongkat gembalanya selalu siap menjaganya. Selama gembala itu masih ada bersamanya dengan gada dan tongkat di kanan kirinya, kawanan domba itu terlalu yakin bahwa tidak ada lagi bahaya yang mengancam mereka.

Gembala yang baik, Yesus gembala yang baik, Tuhan Yesus gembala yang baik, Tuhan Yesus, renungan kehidupan
Bukankah seharusnya kita tetap merasa aman di tengah kemelut dunia ini? Bukankah seharusnya kita tetap tenang di saat badai menghadang? Satu alasan dari
semuanya itu, kita memiliki Gembala yang setia menjaga. Gembala yang tak pernah terlelap. Gembala yang selalu siap dengan gadaNya untuk melindungi kita dari
serangan musuh.

Manusia dicekam ketakutan karena krisis ekonomi yang tak kunjung henti. Ancaman wabah penyakit yang menggiriskan hati. Bencana alam yang sewaktu-waktu siap menunjukkan gerahnya. Atau bahkan tingkat kriminalitas dan kejahatan yang makin sering terjadi.

Gembala yang baik, Yesus gembala yang baik, Tuhan Yesus gembala yang baik, Tuhan Yesus, renungan kehidupan
Adakah ketakutan-ketakutan itu juga mencekam kita? Pandanglah bahwa Gembala kita tak pernah meninggalkan kita, bahkan terlelap sedetikpun tidak! Ia sangat setia menjaga dan melindungi kita. Serahkan ketakutan dan kekuatiran kita, maka Ia akan bertindak untuk memberikan rasa aman dan perlindungan kepada kita.

Ingin menambah PENGHASILAN KLIK DIBAWAH INI




Gembala yang baik, Yesus gembala yang baik, Tuhan Yesus gembala yang baik, Tuhan Yesus, renungan kehidupan

1 komentar:

Mau membuat website sendiri?